Air merupakan sumber kehidupan. Kehidupan kita tidak dapat lepas dari air, mulai dari minum, mandi, sampai air kolam renang untuk bermain. Jika kalian cukup jeli, saat kalian bermain di kolam renang atau di laut, kalian mungkin mengamati hal menarik: air di kolam/laut terlihat sangat biru, namun jika kita mengambil segelas air dari kolam/laut ini, warnanya bukan lagi biru melainkan hampir bening (Lihat Gambar 1). Kalau begitu, apa warna air sebenarnya?
![]() |
Gambar 1. Air di kolam renang terlihat biru, sementara air kolam di dalam ember terlihat bening kebiruan. |
Warna yang kita lihat bergantung pada
cahaya yang diterima oleh mata kita. Jika kita menerima lebih banyak
cahaya merah, kita akan melihat warna kemerahan. Sebaliknya jika kita
menerima sangat sedikit cahaya merah, kita akan melihat warna biru
kehijauan. Nah, karena itulah untuk mengungkap warna air yang
sebenarnya, kita perlu mengetahui apa yang terjadi dengan cahaya setelah
ia melewati air.
Saat cahaya melewati air, sebagian cahaya
diserap oleh air. Dari sekian cahaya yang diserap, cahaya merah lah yang
paling banyak diserap. Kalian dapat melihat perbandingan kemampuan
air menyerap cahaya warna dari grafik di bawah ini. Cahaya merah diserap
air lebih banyak daripada cahaya biru. Akibatnya, air berwarna
kebiruan.
![]() |
Grafik 1. Kemampuan air menyerap cahaya. Cahaya merah diserap paling banyak dan cahaya biru-ungu diserap paling sedikit. |
Kalau begitu, kenapa terkadang warna air
bening bukannya biru? Untuk menjawabnya, kita perlu lebih menelaah sifat
penyerapan cahaya oleh air.
Untuk memudahkan, mari kita perhatikan
grafik di bawah yang dibuat berdasarkan sifat penyerapan cahaya oleh air
yang ditunjukkan oleh grafik sebelumnya. Grafik ini menunjukkan
persentase cahaya yang tersisa setelah melewati air dengan ketebalan
atau kedalaman tertentu.
![]() |
Grafik 2. Persentase cahaya yang tersisa setelah menempuh jarak tertentu dalam air. |
Cahaya yang melewati 10 cm air masih
memiliki hampir seluruh komponennya: ia masih memiliki 90,5% cahaya
merah, 99% cahaya hijau, dan 99,9% cahaya biru. Namun apa yang terjadi
pada cahaya yang sudah melewati 5 meter air? Ia hanya memiliki sedikit
(0,7%) cahaya merah, setengah (60,7%) cahaya hijau, dan banyak (95,1%)
cahaya biru.
Inilah sebabnya segelas air tampak bening,
sementara air kolam renang tampak kebiruan. Cahaya tidak terlalu
terganggu jika ia melewati hanya segelas air. Akibatnya, yang kita lihat
dari balik segelas air “sama” seperti yang kita lihat langsung.
Sementara itu, hanya cahaya biru yang banyak tersisa dan yang banyak
diterima oleh mata kita setelah melewati air yang cukup dalam.
Akibatnya, air di kolam renang terlihat biru.
Lalu, mengapa air sungai tidak selalu berwarna biru? Bagaimana juga dengan air di berbagai danau yang berwarna-warni?
Nah, grafik-grafik di atas hanya berlaku untuk air murni (H2O). Selain air, sungai, kolam, atau laut mengandung banyak benda lainnya seperti butiran tanah, plankton
atau tumbuhan kecil, dan mineral-mineral. Kandungan inilah yang
memberikan warna pada air sungai atau danau sehingga air terlihat
bermacam-macam warna.
Banyak sungai dan danau di Indonesia yang
warnanya hitam atau coklat pekat. Hal ini dikarenakan oleh perbuatan
orang-orang tidak bertanggungjawab yang membuang banyak sampah dan
limbah ke sungai. Akibatnya, sungai mengandung zat-zat yang berbahaya
untuk kehidupan sehingga tidak dapat lagi ditinggali oleh berbagai
makhluk hidup.
Nah, untuk itu, marilah kita jaga kebersihan lingkungan dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan.





No comments